Kamis, 02 April 2015

Penyajian data numerik



PENGUKURAN POINT AKHIR CLUB SEPAKBOLA PADA KELASEMEN DARI 50 CLUB


Asep Seiawan (1306024)


Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : 1306024@sttgarut.ac.id




Abstrak - Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Kata Kunci-Perhitungan, Point, Kelasemen.

I.PENDAHULUAN

Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi dan nilai probabilitas. Yang dimana dalam menghitung Tabel Frekuensi menggunakan bagian dari Kelas/Class, Batas kelas, Panjang kelas, Frekuensi, Nilai tengah.
Kelas
Kelas ( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi kedalam batas – batas nilai tertentu
Batas kelas
Bilangan – bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki 2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·         Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·         Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/ UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·         Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·         Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.
Panjang kelas
Panjang kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang bersangkutan.
Frekuensi
Angka yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.
Nilai tengah                
Nilai tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah  bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang bersangkutan.

Ukuran Pemusatan Data
Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data
III,PEMBAHASAN
a.        Kerangka Kerja
Daftar dari Kelasemen akhir 50 club :
Saya mengambil dari point akhir masing masing club pada tahun 2013-2014

no
Team
Point
1
Atlético Madrid
90
2
Barcelona
87
3
Real Madrid
87
4
Athletic Bilbao
70
5
Sevilla
63
6
Villarreal
59
7
Real Sociedad
59
8
Valencia
49
9
Celta de Vigo
49
10
Levante
48
11
Málaga
45
12
Rayo Vallecano
43
13
Espanyol
42
14
Getafe
42
15
Granada
41
16
Elche
40
17
Almería
40
18
Osasuna
39
19
Real Valladolid
36
20
Real Betis
25
21
Manchester City
86
22
Liverpool
84
23
Chelsea
82
24
Arsenal
79
25
Everton
72
26
Tottenham
69
27
Manchester United
64
28
Southampton
56
29
Stoke City
50
30
Newcastle United
49
31
Crystal Palace
45
32
Swansea City
42
33
West Ham United
40
34
Sunderland
38
35
Aston Villa
38
36
Hull City
37
37
West Bromwich
36
38
Fulham
32
39
Cardiff City
30
40
Sanfrecce Hiroshima
63
41
Yokohama F. Marinos
62
42
Kawasaki Frontale
60
43
Cerezo Osaka
59
44
Kashima Antlers
59
45
Urawa Red Diamonds
58
46
Albirex Niigata
55
47
FC Tokyo
54
48
Shimizu S-Pulse
50
49
Kashiwa Reysol
48
50
Nagoya Grampus
47







Point dari 50 Club
90
59
45
40
86
69
45
37
62
55
87
59
43
40
84
64
42
36
60
54
87
49
42
39
82
56
40
32
59
50
70
49
42
36
79
50
38
30
59
48
63
48
41
25
72
49
38
63
58
47

Penyajian Distribusi Frekuensi :
1.         Menentukan jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
            R = 90 – 25
            R = 65
2.         Menentukan banyaknya kelas (K).
K = 2k > n  ,  n : banyaknya data.
K = 26 > 50  ,  64 > 50.
K = 6
3.         Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 65/6 = 10.833333    10.9 
4.         Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.

tepi bawah
tepi atas
freq
f-relatif
25
35.8
3
6%
35.9
46.7
16
32%
46.8
57.6
11
22%
57.7
68.5
10
20%
68.6
79.4
4
8%
79.5
90.3
6
12%


HISTOGRAM FREKUENSI
Batas bawah
Batas Atas
nilai tengah
Frequency
24.95
35.85
10.8
3
35.85
46.75
23.3
16
46.75
57.65
34.2
11
57.65
68.55
39.65
10
68.55
79.45
45.1
4
79.45
90.35
50.55
6


90.3
0

Tabel Distribusi Kumulatif
Kurang Dari
F-komulatif

Lebih Dari
F-komulatif
<24.9
0

>24.9
50
<35.8
3

>35.8
47
<46.7
19

>46.7
31
<57.6
30

>57.6
20
<68.5
40

>68.5
10
<79.4
44

>79.4
6
<90.3
50

>90.3
0
Penyajian Data Numerik :
            Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.

tepi bawah
tepi atas
freq
f-relatif
25
35.8
3
6%
35.9
46.7
16
32%
46.8
57.6
11
22%
57.7
68.5
10
20%
68.6
79.4
4
8%
79.5
90.3
6
12%

MEAN
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean = 2698 / 50
Mean = 53.96
MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :
Med = L + i (n/2 – F)
                         f
Dengan :
L  : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebar kelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f   : frekuensi kelas yang mengandung median

Jadi :
L  : banyaknya data anggota sampel / 2.
       50 / 2 = 25
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘25’ terletak pada baris ke-3 yaitu 30, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah kelas pada baris 3, yaitu : 30

 Tepi bawah
Tepi atas
freq
f-komulatif
24.95
35.85
3
3
35.85
46.75
16
19
46.75
57.65
11
30
57.65
68.55
10
40
68.55
79.45
4
44
79.45
90.35
6
50




L
46.75
I
10,9
n
50
F
19
f
11
d1
5
d2
1

Med = L + i (n/2 – F)
                          f
Med = 46.75 + 10.9 (50/2 – 19)
                                       11
Med = 46.75 + 10.9 (25 – 19)
                                       11
Med = 46.75 + 10.9 (6)
                                  11
Med = 52.69
MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :
Mod = L + i (   d1   )
d1+d2
Dengan :
L     : batas bawah kelas yang mengandung modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

Jadi :
L
46.75
I
10,9
n
50
F
19
f
11
d1
5
d2
1

Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 46.75 + 10.9 (   5  )
                                   5+1
Mod = 46.75 + 10.9 (5)
                                   6
Mod = 55.83


KUARTIL
       Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
k = 1,2,3...99  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                               f
Dengan :
Qk  = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyaknya data sampel
i      = interval kelas/lebar kelas
L     = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k

Jadi :
L
46.75
I
10,9
n
50
F
19
f
11
k1
1
k2
2
k3
3


k = 1  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q1 = 46.75 + 10.9 (1.50/4-19)
                                                  11
              Q1 = 46.75 + 10.9 (50/4-19)
                                                 11
              Q1 = 46.75 + 10.9 (12.5-19)
                                                  11
              Q1 = 46.75 + 10.9  (-6.5)
                                                  11
              Q1 = 40.3

k = 2  >  Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q2 = 46.75 + 10.9 (2.50/4-19)
                                                 11
              Q2 = 46.75 + 10.9 (100/4-19)
                                                 11
              Q2 = 46.75 + 10.9 (25-19)
                                                11
              Q2 = 46.75 + 10.9  (6)
                                               11
              Q2 = 52.69

k = 3  >  Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q3 = 46.75 + 10.9 (3.50/4-19)
                                                11
              Q3 = 46.75 + 10.9 (150/4-19)
                                                  11
              Q3 = 46.75 + 10.9  (37.5-19)
                                                   11
              Q3 = 46.75 + 10.9  (18.5)
                                                11
              Q3 = 65.08

DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
k = 1,2,3,....99  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
      f
Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan apabila harus menghitung sampai 10 mungkin terasa lelah, jadi disini saya Cuma menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :

k = 1  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
                                     f
              D1 = 46.75 + 10.9 (1.50/10-19)
                                                  11
              D1 = 46.75 + 10.9 (50/10-19)
                                                  11
              D1 = 46.75 + 10.9 (5-19)
                                                11
              D1 = 46.75 + 10.9 (-14)
                                               11
              D1 = 32.87

k = 2  >  D2 = L + i (k.n/10-F)
                                      f
              D2 = 46.75 + 10.9 (2.50/10-19)
                                                   11
              D2 = 46.75 + 10.9  (100/10-19)
                                                   11
              D2 = 46.75 + 10.9 (10-19)
                                                 11
              D2 = 46.75 + 10.9  (-9)
                                              11
              D2 = 37.83


k = 3  >  D3 = L + i (k.n/10-F)
                                       f
              D3 = 46.75 + 10.9  (3.50/10-19)
                                                    11
              D3 = 46.75 + 10.9  (150/10-19)
                                                    11
              D3 = 46.75 + 10.9   (15-19)
                                                   11
              D3 = 46.75 + 10.9  (8)
                                               11
              D3 = 42.78
PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
k = 1,2,3,...100  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
f
Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’ nya dari 1 – 3 saja. Jadi :

k = 1  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P1 = 46.75 + 10.9  (1.50/100-19)
                                                     11
              P1 = 46.75 + 10.9  (50/100-19)
                                                   11
              P1 = 46.75 + 10.9  (0.5-19)
                                                  11
              P1 = 46.75 + 10.9  (-18.5)
                                                11
              P1 = 33.37273

k = 2  >  P2 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P2 = 46.75 + 10.9  (2.50/100-19)
                                                    11
              P2 = 46.75 + 10.9   (100/100-19)
                                                     11
              P2 = 46.75 + 10.9  (1-19)
                                                11
              P2 = 46.75 + 10.9  (-18)
                                               11
              P2 = 38.82273






k = 3  >  P3 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P3 = 46.75 + 10.9  (3.50/100-19)
                                                   11
              P3 = 46.75 + 10.9   (150/100-19)
                                                    11
              P3 = 46.75 + 10.9  (1.5-19)
                                                 11
              P3 = 46.75 + 10.9  (-17.5)
                                                11
              P3 = 44.27273
I.                   KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dari data 50 point akhir club sepakbola penulis bisa menemukan hasil Histogram Frekuensi, Tabel Distribusi.Dan juga dapat menemukan hasil dari :

mean
53,86
median
52.69
Modus
55.83
Kuartil1
40.3
Kuartil2
52.69
Kuartil3
65.08
Desil1
32.87
Desil2
37.83
Desil3
42.78
Persentil1
33.37273
Persentil2
38.82273
Persentil3
44.27273


DAFTAR PUSTAKA

Sarah, Irsyad., Meisa, Yusti., dkk. 2012. Modul Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.

 apabila ingin mendownload jurnalnya klik disini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar