Kamis, 16 April 2015

Data Statistika Observasi BLOG



Penyajian Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik dari Data Statistika Observasi BLOG

Asep Seiawan (1306024)


Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

Abstrak – jurnal ini membahas bagaimana penulis mengolah data dari statistika Blog Wirausaha http://zep.setiawan09.blogspot.com dari tanggal 18-Mar-2015 sampai 16-Apr-2015. Blog tersebut sbenarnya di buat kurang dari tanggal 18, dan penulis lupa untuk mencatat aktivitas yang terjadi di dalamnya, penulis pun mencatat dari tanggal 18-Mar-2015 sampai 16-Apr-2015. Dan dari tanggal pertama sampai terakhir terkumpulah jumlah penyangan per-Harinya, yang dimana data itu disajikan dalam Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik yang dimana menghitung nilai Mean (rata-rata), median, modus, dan ukuran letak dari kuartil, desil dan persentil.

Kata Kunci – Statistika Frekuensi, Grafik, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil

I.                   PENDAHULUAN
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan juga untuk membuat rencana masa datang. Selain itu pimpinan mengambil manfaat dari kegunaan statistika untuk melakukan tindakan - tindakan yang perlu dalam menjalankan tugasnya. Di dunia penelitian atau riset, dimana pun dilakukan, bukan saja telah mendapat manfaat yang baik dari statistika tetapi sering harus menggunakannya. Seperti untuk mengetahui apakah cara yang baru ditemukan lebih baik dari pada cara lama, atau apakah model untuk sesuatu hal dapat kita anut atau tidak. Untuk mengetahui hal -  hal diatas, perlu diadakan penilaian dengan statistika.
Kata Statistika berbeda dengan Statistik. Statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel ataupun diagram, yang melukiskan suatu persoalan. Sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. Dalam statistika dibagi menjadi dua yaitu statistika induktif dan deskriptif. Distribusi Frekuensi dan Ukuran Gejala Pusat merupakan bagian dari statistik deskriptif.

Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi dan nilai probabilitas. Yang dimana dalam menghitung Tabel Frekuensi menggunakan bagian dari Kelas/Class, Batas kelas, Panjang kelas, Frekuensi, Nilai tengah.
Kelas
Kelas ( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi kedalam batas – batas nilai tertentu
Batas kelas
Bilangan – bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki 2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·         Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·         Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/ UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·         Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·         Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.
Panjang kelas
Panjang kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang bersangkutan.
Frekuensi
Angka yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.
Nilai tengah
Nilai tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah  bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang bersangkutan.

Ukuran Pemusatan Data
Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data.

II.                URAIAN PENELITIAN

A. Tahap Telaah
Perlakuan Terhadap Blog dari tanggal 18-Mar-15 sampai 16-Apr-15
no
tanggal
Jml penayangan
perlakuan
post
1
18-Mar-15
0
tdak melakukan apapun
2
2
19-Mar-15
15
promosi di BBM

3
20-Mar-15
4
tdak melakukan apapun

4
21-Mar-15
21
promosi di facebook (di status)

5
22-Mar-15
0
tidak mempromosikan

6
23-Mar-15
14
promosi di facebook (di status)

7
24-Mar-15
38
promosi di facebook (di status)
5
8
25-Mar-15
62
promosi di grup (bloger indonesia)
9
9
26-Mar-15
42
promosi di grup (line get rich)
4
10
27-Mar-15
27
promosi di BBM
3
11
28-Mar-15
35
promosi di fb dan bbm
2
12
29-Mar-15
26
promisi di bbm
3
13
30-Mar-15
11
tdak melakukan apapun

14
31-Mar-15
3
tdak melakukan apapun

15
01-Apr-15
0
tdak melakukan apapun

16
02-Apr-15
20
tdak melakukan apapun

17
03-Apr-15
0
tdak melakukan apapun

18
04-Apr-15
2
tdak melakukan apapun

19
05-Apr-15
4
tdak melakukan apapun

20
06-Apr-15
26
menyuruh teman yg lagi on di fb

21
07-Apr-15
2
tdak melakukan apapun

22
08-Apr-15
6
tdak melakukan apapun

23
09-Apr-15
4
tdak melakukan apapun

24
10-Apr-15
6
tdak melakukan apapun

25
11-Apr-15
4
tdak melakukan apapun

26
12-Apr-15
2
tdak melakukan apapun

27
13-Apr-15
0
tdak melakukan apapun

28
14-Apr-15
6
tdak melakukan apapun

29
15-Apr-15
9
tdak melakukan apapun

30
16-Apr-15
2
tdak melakukan apapun


Data yang akan di Olah dilihat dari Penayangan Blog per hari dari 18-Mar-15 sampai 16-Apr-15 :
0
14
35
20
2
2
15
38
26
0
6
0
4
62
11
2
4
6
21
42
3
4
6
9
0
27
0
26
4
2

Setelah data terkumpul, di sajikanlah dalam Penyajian Distribusi Frekuensi dan Penyajian Data Numerik :
Penyajian Distribusi Frekuensi :

1.         Menentukan jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
            R = 62 – 0
            R = 62

2.         Banyaknya kelas interval (k)
k = 1 + 3,3 log n , dimana n = banyaknya data (n=30)
k = 1 + 3,3 log 30
k = 1 + 3,3 (1,47)
k = 1 + 4,85
k = 5,85 ~ 6
Jadi banyaknya kelas yang harus dibuat adalah 6 kelas

3.         Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 62/6
i = 10,3 ~ 10









4.         Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.
tepi bawah
tepi atas
freq
f-relatif
0
9.9
18
60%
10
19.9
3
10%
20
29.9
5
17%
30
39.9
2
7%
40
49.9
1
3%
50
62
1
3%
Histogram Frekuensi
batas bawah
batas atas
nilai tengah
freq
0
9.9
9.9
18
10
19.9
14.9
3
20
29.9
19.9
5
30
39.9
24.9
2
40
49.9
29.9
1
50
59.9
34.9
1
Tabel Distribusi Kumulatif
kurang dari
f-komulatif

lebih dari
f-komulatif
<0
0

<0
30
<9.9
18

>9.9
12
<19.9
21

>19.9
9
<29.9
26

>29.9
4
<39.9
28

>39.9
2
<49.9
29

>49.9
1
<62
30

>62
0
Penyajian Data Numerik :e
            Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.

MEAN
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean = 391/30
Mean = 13.03

MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :

Dengan :
L  : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebar kelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f   : frekuensi kelas yang mengandung median


Jadi :
L  : banyaknya data anggota sampel / 2.
       30 / 2 = 15
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘15’ terletak pada baris ke-3 yaitu pada angka 20, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah kelas pada baris 3, yaitu : 20
batas bawah
batas atas
nilai tengah
freq
f-komulatif
0
9.9
9.9
18
18
10
19.9
14.9
3
21
20
29.9
19.9
5
26
30
39.9
24.9
2
28
40
49.9
29.9
1
29
50
59.9
34.9
1
30
L  : 20
i    : 10
n   : 30
F   : 21
f   : 5

Med = L + i (n/2 – F)
                          F
Med = 20 + 10 (30/2 – 21)
                                  5
Med = 20 + 10 (15 – 21)
                               5
Med = 20 + 10 (5)
                          5
Med = 8

MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :

Dengan :
L     : batas bawah kelas yang mengandung modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

Jadi :
L     : 20
i      : 10
d1   : 5 – 3 = 2
d2   : 5 – 2 = 3

Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 20 +20 (_ 2_ )
                          2+3
Mod = 20+ 20 (2)
                         5
Mod = 28

KUARTIL
       Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
 
Dengan :
Qk  = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyaknya data sampel
i      = interval kelas/lebar kelas
L     = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k

Jadi :
n   : 30
i    : 10
L  : 20
F   : 21
f   : 5
k   : 1, 2, 3

k = 1  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q1 = 20 + 10 (1.30/4-21)
                                           5
              Q1 = 20 + 10 (30/4-21)
                                           5
              Q1 = 20 + 10 (7.5-21)
                                           5
              Q1 = 20 + 10 (-13,5)
                                        5
              Q1 = -7

k = 2  >  Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q2 = 20 + 10 (2.30/4-21)
                                            5
              Q2 = 20 + 10 (60/4-21)
                                          5
              Q2 = 20 + 10 (15-21)
                                            5
              Q2 = 20 + 10 (-6)
                                        5
              Q2 = 8

k = 3  >  Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q3 = 20 + 10 (3.30/4-21)
                                           5
              Q3 = 20 +10 (90/4-21)
                                         5
              Q3 = 20 + 10 (22,5-21)
                                           5
              Q3 = 20 + 10 (-1,5)
                                          5
              Q3 = 23

DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
 
Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan apabila harus menghitung sampai 10 mungkin terasa lelah, jadi disini saya Cuma menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :

k = 1  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
                                       f
              D1 = 20+ 10 (1.30/10-21)
                                            5
              D1 = 20 + 10 (30/10-21)
                                            5
              D1 = 20 +10 (3-21)
                                        5
              D1 = 20 + 10 (-18)
                                         5
              D1 = -16

k = 2  >  D2 = L + i (k.n/10-F)
                                      f
              D2 = 20 + 10 (2.30/10-21)
                                             5
              D2 = 20 + 10  (60/10-21)
                                             5
              D2 = 20 + 10  (6-21)
                                            5
              D2 = 20 + 10  (-15)
                                          5
              D2 = -10

k = 3  >  D3 = L + i (k.n/10-F)
                                       f
              D3 = 20 + 10 (3.30/10-21)
                                              5
              D3 = 20 + 10  (90/10-21)
                                            5
              D3 = 20 + 10 (9-21)
                                            5
              D3 = 20 + 10 (-12)
                                         5
              D3 = -4





PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
 
Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’ nya dari 1 – 3 saja. Jadi :

k = 1  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P1 = 20 + 10 (1.30/100-21)
                                              5
              P1 = 20 + 10 (30/100-21)
                                             5
              P1 = 20 + 10 (0,3-16)
                                            5
              P1 = 20 + 10 (-15,7)
                                         5
              P1 = -11.4

k = 2  >  P2 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P2 = 20 + 10 (2.30/100-21)
                                             5
              P2 = 20 + 10 (60/100-21)
                                             5
              P2 = 20 + 10 (0,6-21)
                                           21
              P2 = 20 + 10 (-20.4)
                                           5
              P2 = -20.8

k = 3  >  P3 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P3 = 20 + 10 (3.30/100-21)
                                             5
              P3 = 20 + 10 (90/100-21)
                                              5
              P3 = 20 + 10 (0.9-21)
                                           5
              P3 = 20 + 10 (-20,1)
                                           5
              P3 = -60.2



III.             KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dengan data yang diperoleh dari tanggal 18-Mar-15 sampai 16-Apr-15 dalam meng-Observasi Blog wirausaha http://zep.setiawan09.blogspot.com penulis dapat mengolah data dan menghasilkan beberapa statistika berupa Jumlah Total penayangan perharinya yang disajikan dengan Tabel Histogram Frekuensi, Tabel Distribusi Kumulatif.
Di samping itu, dapat menemukan hasil dari :
mean (rata-rata) yaitu 13.03
median : 8
modus : 28
dan ukuran letak dari :
Kuartil1 : -7
Kuartil2 : 8
Kuartil3 : 23
Desil1 : -16
Desil2 : -10
Desil3 : -4
Persentil1 : -11
Persentil2 : -20.8
Persentil3 : -60.2

DAFTAR PUSTAKA

·        Hasbi, Ghilman. 2015. Jurnal Observasi Blog Wirausaha. http://1306052.blogspot.com/2015/04/jurnal-observasi-blog-wirausaha.html

·        Contoh Tabel Distribusi Frekuensi http://www.academia.edu/8433031/Contoh_Tabel_Distribusi_Frekuensi